Home / Artikel / “MICE” Peluang atau Tantangan

“MICE” Peluang atau Tantangan

Berbicara tentang MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) merupakan strategi baru dalam pengembangan sistem menejerial di industry perhotelan. Sistem ini menawarkan konsep yang komprehensif bagi pelaku bisnis wisata sehingga kualitas pelayanan prima di hotel menjadi pertama dan utama demi memenuhi derajat kepuasan pelanggan. Mutu pelayanan di hotel menjadi garda depan yang sudah tetap dan harus diutamakan, melalui pola penetapan standar sesuai kebutuhan pelanggan saat ini. Hal ini dipandang karena kebutuhan pelanggan mengalami perubahan, dan ini terjadi bukan lambat lagi, tetapi sebaliknya. Ini didukung oleh perkembangan arus ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya sehingga perubahan tersebut merupakan keniscayaan.

Kembali ke MICE, seperti yang diungkapakan di atas. MICE menuntut perusahaan atau industry di bidang perhotelan memiliki standar-standar yang berkualitas. Tidak menutup kemungkinan perusahaan harus mempersiapkan cost yang banyak untuk melaksanakan sistem ini. Ini dilihat dari kelengkapan industry perhotelan terkait sarana dan prasarana yang memadai dengan spesifikasi yang berkelas tinggi (High Class). Tuntutan juga ditujukan ke Pemerintah baik itu daerah dan pusat untuk berupaya menciptakan iklim yang kondusif dan ketersediaan trasportasi umum yang menunjang keamanan dan kenyamanan yang sudah tentu menjadi tagihan strategi sistem MICE. Sebagai penguat atau peluang adalah pelanggan yang datang bukan hanya untuk berliburan, tetapi pelanggan tersebut datang dalam rangka kegiatan korporasi, lembaga tertentu atau pelanggan Diplomatik yang dapat meninggkatkan devisi bagi Negara. Sebagai contoh kunjungan Raja Saudi Arabia ke Bali untuk berliburan dan sabagai tamu Negara juga. Inilah sebabnya sistem MICE diperlukan bagi industry pehotelan di samping itu juga mendukung kegiatan program kenegaraan. Industry hotel tidak perlu khawatir, kerana sistem ini sesuai amanah konstitusi Negara Republik Indonesia yaitu Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Bab IV Pasal 14 mengenai  Usaha Pariwisata yang menyebutkan  penyelenggaraannya berupa pertemuan, perjalanan insentif, konfrensi, dan pameran.

Paling mendasar lagi sebagai upaya dukungan terhadap sistem MICE ini adalah ketersiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Inilah paling mendasar karena standar pelayanan harus memumpuni juga. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal paling depan yang menyumbangakan SDM yang memiliki sikap, kompeten, unggul, dan berdaya saing global dalam upaya menyandingkan diri dengan sistem baru di industri perhotelan. Contohnya Perguruan Tinggi Akademi Komunitas Negeri Lombok Barat yang bermarkas di Kuripan Utara Kabupaten Lombok Barat mempu mencetak lulusan yang berkompeten sesuai kebutuhan industri perhotelan khususnya hotel berstrategi MICE. #ddn

About didin septarahmadi

Check Also

DESA ANAK KANDUNG PERUBAHAN

Tren pembangunan infrastruktur di era sekarang ini terfokus pada pembangunan melalui pinggiran. Pembangunan bersifat dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *